TUGAS RINGKASAN MATERI - PENGANTAR PENDIDIKAN. NURFILLAH AMALIA / 1 C PG.PAUD
BAB I
HAKIKAT MANUSIA DAN PENGEMBANGANNYA
A. PENGERTIAN SIFAT HAKIKAT MANUSIA
Sifat hakikat manusia adalah ciri-ciri karakteristik yang secara prinsipil membedakan manusia dari hewan. Disebut sifat hakikat manusia karena secara haqiqi sifat tersebut hanya dimiliki oleh manusia dan tidak terdapat pada hewan. Karena manusia mempunyai hati yang halus dan anggota tubuh yang mengabdi dan tunduk kepada perintah hati, serta syaraf dan otak inilah yang disebut kemampuan dan kemauan yang membedakan antara manusia dan binatang.
B. WUJUD SIFAT HAKIKAT MANUSIA
Wujud dari sifat hakikat manusia antara lain, yaitu kemampuan manusia menyadari diri, kemampuan bereksistensi, mempunyai kata hati dan moral, sifat tanggung jawab, rasa kebebasan, memiliki kewajiban dan hak, serta kemampuan menghayati kebahagiaan.
C. DIMENSI-DIMENSI HAKIKAT MANUSIA
Dimensi-dimensi hakikat manusia meliputi beberapa dimensi antara lain, yaitu :
1. Dimensi Keindividuan
2. Dimensi Kesosialan
3. Dimensi Kesusilaan
4. Dimensi Keberagamaan
D. PENGEMBANGAN (PROSES PENDIDIKAN) DIMENSI HAKIKAT MANUSIA
1. Pengembangan Yang Utuh
Pengembangan dimensi hakikat manusia yang utuh diartikan sebagai pembinaan terpadu terhadap seluruh dimensi hakikat manusia sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara selaras maka secara totalitas dapat membentuk manusia yang utuh.
2. Pengembangan Yang Tidak Utuh
Pengembangan yang tidak utuh adalah proses pengembangan hakikat manusia yang tidak seimbang antara dimensi yang satu dengan yang lainnya. Artinya ada salah satu yang terabaikan penanganannya, pengembangan yang seperti ini merupakan pengembangan yang patologis atau tidak sehat.
E. PANDANGAN ISLAM
1. Padangan Islam Terhadap Manusia
Dalam hubungan dengan pendidikan menurut padangan islam manusia dapat dilihat dari tiga titik saja, yaitu :
Manusia sebagai Makhluk yang mulia, yaitu di karenakan Manusia dikaruniai Akal dan Perasaan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan,
Manusia sebagai Kholifah di Bumi,
Manusia sebagai Makhluk PAEDAGOGIK.
2. Pandangan Islam Terhadap Pendidikan
Menurut pandangan islam terhadap pendidikan itu sangat penting, karena syariat islam dapat dihayati dan diamalkan oleh umatnya hanya dengan proses pendidikan seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
BAB II
PENGERTIAN DAN UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN
A. PENGERTIAN PENDIDIKAN
Pedidikan adalah proses untuk mengembangkan kemampuan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa agar berkembangnya potensi peserta didik supaya menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, berilmu, kreatif mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
1. Batasan Tentang Pendidikan
Pendidikan sebagai Proses Transformasi Budaya
Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi
Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja
2. Tujuan dan Proses Pendidikan
a. Tujuan Pendidikan : Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan. Pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.
b. Proses Pendidikan : Pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro, meso, dan mikro. Adapun tujuan utama pengelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal.
3. Konsep Pendidikan Sepanjang Hayat (PSH), berikut ini merupakan alasan mengapa PSH di perlukan :
a. Rasional
b. Alasan Keadilan
c. Alasan Ekonomi
d. Alasan Factor Social yang berhubungan dengan perubahan peranan keluarga, remaja, dan emansipasi wanita dalam kaitannya dengan perkemangan IPTEK.
e. Alasan Perkembangan IPTEK
f. Alasan Sifat Pekerjaan
4. Kemandirian Dalam Belajar
a. Arti dan prinsip yang melandasi, yatu kemandirian dalam belajar dapat diartikan sebagai aktifitas dalam belajar yang berlangsungnya lebih didorong oleh kemauan sendiri, pilihan sendiri, dan tanggung jawab sendiri dari pembelajaran.
b. Alasan yang menopang, antara lain yaitu :
Perkembangan IPTEK berlangsung semakin cepat sehingga tidak mungkin lagi para pendidik (khususnya guru) mengajarkan semua konsep dan fakta kepada peserta didik.
Peserta didik dapat dengan mudah memahami konsep yang rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh yang konkret dan wajar sesuai dengan situasi yang dihadapi dengan mengalami dan mempraktekannya sendiri.
Dalam proses pendidikan dan pembelajaran konsep, seharusnya tidak dilepaskan dari pengembangan sikap dan penanaman nilai-nilai dalam diri peserta didik.
B. UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN
Proses pendidikan melibatkan banyak hal yaitu sebagaimana unsur-unsur berikut :
1. Subjek yang dibimbing (Peserta Didik) dan Orang yang membimbing (Pendidik)
2. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (Interaksi Edukatif)
3. Ke arah mana bimbingan ditujukan (Tujuan Pendidikan)
4. Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (Materi Pembimbingan)
5. Cara yang digunakan dalam bimbingan (Alat dan Metode)
6. Tempat dimana peristiwa pembimbingan berlangsung (Lingkungan Pendidikan).
C. PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM
1. Pengertian System, yaitu system merupakan sehimpunan komponen atau subsistem yang terorganisasikan dan berkaitan sesuai rencana untuk mencapai suatu tujuan tertentu. (Tatang Amirin, 1992:10)
2. Komponen dan Saling Hubungan antara Komponen dalam System Pendidikan, yaitu terdiri dari sejumlah komponen, antara lain : Raw Input (system baru), Output (tamatan), Instrumental Input (guru, kurikulum), Environmental Input (budaya, kependudukan, politik dan keamanan).
3. Hubungan System Pendidikan dengan System lain dan Perubahan Kedudukan dari System, yaitu dapat dilihat dari ruang lingkup makro, sebagai sub-sistem, bidang ekonomi, pendidikan, dan politik masing-masing sebagai system. Pendidikan non-formal, dan informal merupakan sub-sistem dari bidang pendidikan sebagai system.
4. Pemecahan Masalah Pendidikan secara Sistematik, dengan cara memandang ruang lingkup suatu system atau permasalahan, keterkaitan dalam hubungan sebab akibat, alternatif masalah, dan latar belakang masalah, menganalisis system pendidikan, saling berhubungan antar komponen, dan hubungan system dengan suprasistem.
5. Keterkaitan antara Pengajaran dan Pendidikan, yaitu kesimpulan yang dapat ditarik dari persoalan pengajaran dan pendidikan tersebut, antara lain :
a. Pengajaran dan pendidikan dapat dibedakan, tetapi tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena masing-masing saling mengisi.
b. Pembedaan dilakukan hanya untuk kepentingan analisis agar masing-masing dapat dipahami dengan baik.
c. Pendidikan modern lebih cenderung mengutamakan pendidikan, sebab pendidikan membentuk wadah, sedangkan pengajaran mengusahakan isinya.
6. Pendidikan Prajabatan dan Pendidikan dalam Jabatan sebagai Sebuah System, yaitu Pendidikan jabatan berfungsi memberikan bekal secara formal kepada calon pekerja dalam bidang tertentu dalam periode waktu tertentu. Sedangkan pendidikan dalam jabatan bermaksud memberikan bekal tambahan kepada orang-orang yang telah bekerja berupa penataran, kursus dan lain-lain.
7. Pendidikan Formal, Non-formal, dan Informal sebagai Sebuah System, yaitu Pendidikan formal, non-formal, dan informal, ketiganya hanya dapat dibedakan tetapi sulit di pisahkan karena keberhasilan pendidikan sangat bergantung kepada sejauh mana ketiga sub-sistem tersebut berperan.
BAB III
LANDASAN DAN ASAS-ASAS PENDIDIKAN
A. LANDASAN PEDIDIKAN
Berikut merupakan landasan pendidikan :
1. Landasan Filosofis
2. Landasan Sosiologis
3. Landasan Kultural
4. Landasan Psikologis
5. Landasan Ilmiah dan Teknolgis
B. ASAS-ASAS POKOK PENDIDIKAN
Asas pendidikan merupakan sesuatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berpikir, baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan. Diantara asas tersebut adalah :
1. Asas Tut Wuri Handayani
Ada tiga semboyan yang di kumandangkan oleh Ki Hajar Dewantara yang telah menjadi kesatuan asas, yaitu :
*Ing Ngarso Sung Tulodo (Jika didepan memberi contoh)
*Ing Madyo Mangun Karso (Jika ditengah-tengah member dukungan)
*Tut Wuri Hadayani (Jika dibelakang member dorongan)
2. Asas Belajar Sepanjang Hayat
Terdapat kurikulum yang dapat merancang dan diimplementasikan, dengan memperhatikan dua dimensi berikut :
a. Dimensi Vertikal dari kurikulum sekolah, meliputi keterkaitan dan kesinambungan antar tingkatan persekolahan dan keterkaitan dengan kehidupan peserta didik dimasa depan.
b. Dimensi Horizontal dari kurikulum sekolah, yaitu keterkaitan antara pengalaman belajar di sekolah dengan pengalaman diluar sekolah.
3. Asas Kemandirian Dalam Belajar
Perwujudan asas kemandirian dalam belajar akan menempatkan guru dalam peran utama sebagai fasilitator dan motivator. Salah satu pendekatan yang memberikan peluang dalam melatih kemandiria belajar peserta didik adalah dengan system CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif)
BAB IV
PERKIRAAN DAN ANTISIPASI MASYARAKAT MASA DEPAN
A. PERKIRAAN MASYARAKAT MASA DEPAN
1. Kecenderungan Globalisasi, Terdapat empat bidang kekuatan gelombang globalisasi yang paling kuat dan menonjol daya dobraknya, yakni bidang IPTEK, Ekonomi, Lingkungan hidup, dan Pendidikan.
2. Perkembangan IPTEK
3. Perkembangan Arus Komunikasi Yang Semakin Padat dan Cepat
4. Peningkatan Layanan Profesional
B. UPAYA PENDIDIKAN DALAM MENGANTISIPASI MASA DEPAN
Kajian selanjutnya akan membahas tentang tuntutan manusia masa depan dan upaya mengantisipasi masa depan, antara lain yaitu :
1. Tuntutan Bagi Manusia Masa Depan (Manusia Modern)
Memasuki lapangan kerja sebagai manusia pembagunan setelah melalui orientasi dan pelatihan tambahan sesuai dengan kebutuhan
Melanjutkan ke pendidikan menengah
Efisiensi dan etos kerja yang tinggi
2. Upaya Mengantisipasi Masa Depan
Perubahan nilai dan sikap
Pengembangan kebudayaan
Pengembangan sarana pendidikan
BAB V
PENGERTIAN, FUNGSI DAN JENIS LINGKUNGAN PENDIDIKAN
A. PENGERTIAN DAN FUNGSI LINGKUNGAN PENDIDIKAN
Lingkungan pendidikan pada dasarnya mencakup lingkugan fisik, lingkungan budaya dan lingkungan social. Lingkugan sekitar yang dengan sengaja di gunakan sebagai alat dalam proses pendidikan (pakaian, keadaan rumah, alat permainan, buku-buku, alat peraga, dan lain-lain) di namakan lingkungan pendidkan. Secara umum fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkugan sekitarnya. Utamanya di berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang optimal.
B. TRIPUSAT PENDIDIKAN
Menurut Ki Hajar Dewantara lingkungan pendidikan tersebut meliputi lingkungan keluarga , lingkungan sekolah , dan lingkungan masyarakat, itulah yang disebut sebagai Tripusat Pendidikan.
C. PEGARUH TIMBAL BALIK ANTARA TRIPUSAT PENDIDIKAN TERHADAP PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
Setiap pusat pendidikan dapat perpeluang memberikan kontribusi yang besar dalam ketiga kegiatan pendidikan, yakni :
1. Pembimbingan dalam Upaya Pemantapan Pribadi yang Berkebudayaan
2. Penganjaran dalam Upaya Penguasahan Pengetahuan
3. Pelatihan dalam Upaya Pemahiran Keterampilan.
BAB VI
ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN
ALIRAN KLASIK DAN GERAKAN BARU DALAM PENDIDIKAN
1. ALIRAN-ALIRAN KLASIK DALAM PENDIDIKAN.
Aliran-aliran klasik yang dimaksud adalah sebagai berikut :
a. Aliran Empirisme
Aliran empirisme mementingkan stimulasi eksternal dalam perkembangan manusia, dan menyatakan perkembangan manusia, serta menyatakan perkembangan anak tergantung kepada lingkungan, sedangkan pembawaannya tidak dipentingkan.
b. Aliran Nantivisme
Aliran ini menekankan kemampuan dalam diri anak, sehingga factor lingkungan termasuk factor pendidikan, kurang berpengaruh terhadap perkembagan anak. Hasil perkembangan tersebut ditentukan oleh pembawaan yang di peroleh sejak lahir.
c. Aliran Naturalisme
Rosseau berpendapat bahwa semua anak yang baru dilahirkan mempunyai pembawaan baik. Pembawaan baik akan menjadi rusak apabila di pengaruhi oleh lingkungan. Pendidikan yang diajarkan orang dewasa justru dapat merusak pembawaan baik anak tersebut.
d. Aliran Konvergensi
Menurut William Stern, seorang anak yang diahirkan sudah disertai pembawaan baik maupun pembawaan buruk. Proses perkembangan anak, baik factor pembawaan maupun factor lingkungan sama-sama memiliki peranan yang sangat penting.
Pengaruh Aliran Klasik Terhadap Pemikiran dan Praktek Pendidikan di Indonesia
Di Indonesia telah diterapkan berbagai aliran-aliran pendidikan, penerimaan tersebut dilakukan dengan pendekatan efektif fungsional yakni diterima sesuai kebutuhan, namun ditempatkan dalam latar pandangan yang konvergensi.
2. Gerakan Baru Pendidikan dan Pengaruhnya Terhadap Pelaksanaannya di Indonesia
Pengajaran Alam Sekitar
Pengajaran Pusat Perhatian
Sekolah Kerja
Pengajaran Proyek
B. DUA ALIRAN POKOK PENDIDIKAN DI INDONESIA
Kedua aliran pokok pendidikan di Indonesia itu dimaksudkan adalah Perguruan kebangsaan taman siswa dan Ruang pendidikan INS kayu taman. Kedua aliran tersebut dipandang sebagai tonggak pemikiran tentang pendidikan di indonesia.
BAB VII
PERMASALAHAN PENDIDIKAN
A. PERMASALAHAN POKOK PENDIDIKAN
Pada dasarnya ada dua permasalan pokok pendidikan yang kita hadapi saat ini, yaitu :
Bagaimana semua warga negara dapat menikmati kesempatan pendidikan.
Bagaimana pendidikan dapat membekali peserta didik dengan keterampilan kerja yang mantap untuk dapat terjun ke dalam kancah kehidupam bermasyarakat.
B. JENIS-JENIS PERMASALAHAN POKOK PENDIDIKAN
Masalah pokok pendidikan yang sudah menjadi kesepakatan nasional yang perlu di prioritaskan penanggulangannya ada empat macam, yaitu : Masalah pemerataan pendidikan, Masalah mutu pendidikan, Masalah efisiensi pendidikan, dan Masalah relevansi pendidikan.
C. SALING KETERKAITAN ANTARA MASALAH-MASALAH PENDIDIKAN
Ada dua factor penghambat perbaikan mutu pendidikan, yaitu : Faktor pertama, gerakan perluasan pendidikan untuk melayani pemerataan kesempatan pendidikan bagi rakyat banyak memerlukan penghimpunan dan pengarahan dana dan daya. Faktor kedua, kondisi satuan-satuan pendidikan pada saat demikian mempersulit upaya peningkatan mutu karena jumlah muruddalam kelas terlalu banyak, teaga pendidik kurang kompeten, sarana yang tidak memadai, dan seterusnya.
D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BERKEMBANGNYA MASALAH PENDIDIKAN
Factor yang mempengaruhi berkembangnya masalah pendidikan antara lain : Perkembangan IPTEK dan seni sehingga mengharuskan pendidik untuk menyesuaikan diri di setiap perkembangannya, Laju pertumbuhan penduduk, Aspirasi masyarakat yang semakin meningkat sejalan dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap ‘revormasi’, dan Keterbelakangan budaya dan sarana kehidupan yang disebabkan oleh beberapa hal salah satunya misalnya letak geografis yang terpencil dan sulit dijangkau.
E. PERMASALAHAN AKTUAL PENDIDIKAN DAN PENANGGULANGANNYA
1. Permasalahan actual pendidikan di Indonesia
Masalah-masalah tersebut antara lain : Masalah keutuhan pencapaian sasaran, Masalah kurikulum, Masalah peranan guru, dan Masalah pendidikan dasar 9 tahun.
2. Upaya penanggulangannya
Beberapa upaya penanggulangan masalah tersebut yaitu :
Pendidikan efektif perlu di tingkatkan secara terprogram.
Pelaksanaan kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler dilakukan dengan penuh kesungguhan dan diperhitungkan dalam penentuan nilai akhir atau kelulusan.
Melakukan penyusunan yang mantap terhadap potesi siswa melalui keberagaman jennies program studi.
Memberi perhatian terhadap tenaga kependidikan (prajabatan dan jabatan)
BAB VII
SISTEM PENDIDIKA NASIONAL
KELEMBAGAAN, PROGRAM, DAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN
A. KELEMBAGAAN PENDIDIKAN
Berdasarkan UU RI No.2 Tahun 1989 tentang system pendidikan nasional, Kelembagaan pendidikan dapat dilihat dari segi Jalur pendidikan, dan Jenjang pendidikan.
Program dan Pengelolaan Pendidikan
a. Jenis program pendidikan
Program jenis yang termasuk jalur pedidikan sekolah terdiri atas :
Pendidikan umum (SD, SMP, SMA, dan Universitas)
Pendidikan kejuruan (STM, SMTK, SMIP, SMIK, SMEA)
Pendidikan luar biasa (SDLB, SGPLB)
Pendidikan kedinasan (SPK, APDN, STAN, STPDN)
Pendidikan keagamaan (PGAN, IAIN, Theologia, IHD)
b. Kurikulum program pedidikan, yaitu Kurikulum program pendidikan mencakup dua aspek, antara lain Aspek Kesatuan Nasional, dan Aspek Local.
B. UPAYA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL
1. Jenis upaya pembaruan pendidikan, pembaruan yang terjadi meliputi pembaruan landasan yuridis, pembaruan kurikulum, pembaruan perangkat penunjangnya, pembaruan struktur pendidikan, pembaruan pola dan masa studi serta pembaruan tenaga kependidikan.
2. Dasar dan aspek legal pembangunan pendidikan nasional, berupa ketentuan-ketentuan yuridis yang menjadi dasar, acuan, serta mengatur penyelenggaraan system pendidikan nasional, seperti pancasila, UUD 1945, GBHN, UU Organik pendidikan, Perpu, dan lain-lain.
BAB XI
PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN
ESENSI PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN SERTA TITIK TEMUNYA
1. Pendidikan merupakan usaha ke dalam diri manusia sedangkan pembangunan merupakan usaha keluar dalam diri manusia.
2. Pendidikan menghasilkan sumberdaya tenaga yang menunjang pembangunan dan hasil pembangunan dapat menunjang pedidikan (pembinaan, penyediaan saran, dan lain-lain)
SUMBANGAN PENDIDIKAN PADA PEMBANGUNAN
Sumbangan pendidikan terhadap pembangunan dapat dilihat dari berbagai segi, di antaranya yaitu :
*Segi sasaran pendidikan,
*Segi lingkungan pendidikan,
*Segi jenjang pendidikan,
*Segi pembidangan kerja dan Sector kehidupan.
PEMBANGUNAN SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
1. Mengapa system pendidikan harus dibangun, yaitu system pendidikan perlu dibangun agar dapat memenuhi kebutuhan manusia. Manusia cenderung berupaya untuk mendekatkan dirinya pada kesempurnaan, untuk itu perlu dilakukan perbaikan-perbaikan, termasuk system pendidikan.
2. Wujud pembangunan system pendidikan, secara makro system pendidikan meliputi banyak aspek yang satu sama lain saling terkait, yaitu aspek filosofis dan keilmuan, aspek yuridis, aspek struktur, dan aspek kurikulum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar