Selasa, 05 Februari 2019

MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA NURFILLAH AMALIA / C PG.PAUD


KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT atas Anugerah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penulisan Makalah tentang Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa. Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan Makalah ini selain untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Dosen pengajar, juga untuk lebih memperluas pengetahuan para Mahasiswa khususnya bagi saya sendiri. Saya telah berusaha untuk dapat menyusun Makalah ini dengan baik, namun saya pun menyadari bahwa saya memiliki akan adanya keterbatasan saya sebagai manusia biasa. Oleh karena itu jika didapati adanya kesalahan-kesalahan baik dari segi teknik penulisan, maupun dari isi, maka saya memohon maaf dan kritik serta saran dari Dosen pengajar bahkan semua pembaca sangat diharapkan oleh saya untuk dapat menyempurnakan Makalah ini terlebih juga dalam pengetahuan kita bersama.



Kendari,03 Februari 2019













DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………..…. …….....
DAFTAR ISI…………………………………………….……………………......... …….....
BAB I PENDAHULUAN……………………………….……………………...…..…….....
A. Latar Belakang……………………………………………………………..…....…….....
B. Rumusan Masalah…………………………………………………………………...
C. Tujuan………………………………………………………………………………...
D. Manfaat Penulisan……………………………………………………………………

BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………...
Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa............................................................................
Karakteristik Ideologi Pancasila..................................................................................
Alasan Pancasila Di Jadikan Sebagai Pandangan Hidup Bangsa………………….
Fungsi Ideologi Pancasila……………………………………………………………
Dampak Ideologi Pancasila Pada Masa Sekarang (Era Gloalisasi)………………..
Menyandingkan Ideologi Pancasila Dengan Ideologi Negara Lain………………

BAB III PENUTUP………………………………………………………………………
A. KESIMPULAN………………………………………………………………………..
B. SARAN………………………………………………………………………………..
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………….



BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Indonesia sebagai negara yang mempunyai dasar negara yaitu pancasila yang memiliki arti penting yaitu ideologi. Setiap bangsa dan negara ingin berdiri kokoh, tidak mudah terombang-ambing oleh kerasnya persoalan hidup berbangsa dan bernegara termasuk negara Indonesia. Negara yang ingin berdiri kokoh dan kuat, perlu memiliki ideologi negara yang kokoh dan kuat pula. Tanpa ideologi, bangsa dan negara akan rapuh. Di era yang serba modern ini, makna pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara sedikit dilupakan oleh sebagian rakyat Indonesia dan digantikan oleh perkembangan tekhnologi yang sangat canggih. Padahal dalam sejarah perumusan pancasila melalui proses yang cukup panjang dan rumit. Pancasila merupakan kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, karena dalam masing-masing sila tidak bisa di tukar tempat atau dipindah.
Bagi bangsa Indonesia, pancasila merupakan  pandangan hidup bangsa dan negara Indonesia. Mempelajari Pancasila lebih dalam menjadikan kita sadar, sebagai bangsa Indonesia yang memiliki jati diri dan harus diwujudkan dalam pergaulan hidup sehari-hari untuk menunjukkan identitas bangsa yang lebih bermartabat dan berbudaya tinggi. Untuk itu makalah ini diharapkan dapat menjelaskan pancasila sebagai ideologi negara, menguraikan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara dan karakteristik Pancasila sebagai ideologi negara. Pengetahuan ideologi mempunyai arti tentang gagasan-gagasan. Ideologi secara fungsional merupakan seperangkat gagasan tentang kebaikan bersama atau tentang masyarakat dan negara yang dianggap baik.
Ciri-ciri ideologi pancasila merupakan ideologi yang membedakan dengan ideologi yang lainnya, yaitu pertama adalah tuhan yang maha esa berarti pengakuan bangsa Indonesia terhadap tuhan sebagai pencipta dunia dengan segala isinya. Kedua adalah penghargaan kepada sesama umat manusia, suku bangsa dan bahasanya sesuai dengan kemanusiaan yang adil dan beradab, Ketiga adalah bangsa Indonesia menjunjung tinggi persatuan bangsa, keempat adalah bahwa kehidupan kita dalam kemasyarakatan dan bernegara berdasarkan atas sistem demokrasi dan yang ke lima adalah membangun negara yang bersifat demokratis dan keadilan sosial serta berperikemanusiaan bagi seluruh rakyat indonesia . Makalah ini juga dapat dijadikan bekal keterampilan agar dapat menganalisis dan bersikap kristis terhadap para petinggi negara yang menyimpang dari Ideologi bangsa dan negara Indonesia.
Pancasila menjadi tolak ukuran unuk melakukan kritik mengenai keadaan bangsa dan Negara. Ideologi dibedakan menjadi dua macam yaitu ideologi terbuka dan ideologi tertutup. Di dunia terdapat beberapa ideologi diantaranya yaitu Komunisme, Kapitalisme, Anarkisme, Liberalisme, Sosialisme, Konservatisme, Komunitarianisme, Libertanianisme, Nazisme, Nasionalisme, Monarkisme, Fasisme, Demokrasi Pancasila. Makna Ideologi terbuka adalah ideologi yang mampu mengikuti perkembangan jaman dan bersifat dinamis atau merupakan suau sisem pemikiran terbuka yang merupakan hasil konsesus dari masyarakat itu sendiri, nilai-nilai dari cita-citanya tidak dipaksakan dari luar melainkan digali dan diambil dari suatu kekayaan, rohani,moral, dan budaya masyarakat itu sendiri. Ciri ciri ideologi terbuka yang pertama yaitu berupa kekayaan rohani,moral, dan budaya masyarakat (falsafah). Kedua tidak diciptakan oleh negara melainkan ditemukan dalam masyarakat sendiri. Ketiga isinya tidak langsung oprasional sehingga setiap generasi dapat kembali menggali falsafah tersebut. Keempat tidak ada pemaksaan kebebasan dan tanggung jawab masyarakat. Kelima menghargai pluralitas.
Sehingga makna Pancasila sebagai Ideologi Terbuka yaitu menjadi pedoman dan acuan bangsa Indonesia dalam menjalankan aktivitas di segala bidang sehingga sifatnya harus terbuka,luwes dan fleksibel tidak tertutup dan kaku melainkan harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa harus mengubah nilai-nilai dasarnya. Pancasila memberikan orientasi ke depan dan selalu menyadari situasi kehidupan yang sedang dihadapi dan akan dihadapi di era keterbukaan/globalisasi dalam segala bidang. Indonesia menganut ideologi terbuka karena Indonesia menggunakan sistem pemerintahan demokrasi yang didalamnya membebaskan setiap masyarakat untuk berpendapat dan melaksanakan sesuatu sesuai keinginannya masing masing. Maka dari itu, ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah yang paling tepat digunakan di Indonesia. Pancasila bukanlah ideologi yang ditiru dari bangsa asing karena didalam Pancasila terkandung nilai-nilai yang asli digali dari bangsa Indonesia, yaitu nilai-nilai luhur yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
Pengamalan nilai pancasila sangat penting dalam  kehidupan bernegara, karena pancasila merupakan sendi, asas dan aturan hukum tertinggi. Namun, pada saat sekarang ini pengamalan nilai-nilai pancasila tidak tertanam pada jati diri bangsa Indonesia, kesetiaan warga Negara indonesia terhadap negaranya terlihat sangat kurang terutama pada tingkah laku  dalam  melakukan pelanggaran hukum, dan rasa  nasionalisme yang mulai memudar. Dengan demikian pancasila sebagai ideologi bangsa di harapkan mampu untuk menyaring pengaruh dari luar dan memperkokoh kekuatan bangsa.










RUMUSAN MASALAH

1.Menganalisis makna pancasila sebagai Ideologi bangsa dan negara Indonesia!
2.Sebutkan karakteristik pancasila sebagai ideologi bangsa!
3.Apa alasan pancasila di jadikan sebagai pandangan hidup bangsa?
4.Apa dampak ideologi pancasila pada masa sekaranng ?
5.Apa fungsi Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia?
6.Menyandingkan ideologi bangsa indonesia dengan negara lain!

TUJUAN PENULISAN

1.Untuk mengetahui makna ideologi pancasia.
2.Untuk mengetahui karakteristik ideologi pancasila
3.Untuk mengetahui alasan pancasila dijadikan sebagai pandangan hidup bangsa.
4.Utuk mengetahuui fungsi  ideologi pancasila sebagia dasar Negara
5.Untuk mengetahui dampak ideologi pada masa sekarang.
6.Untuk mengetahui perbedaan ideologi pancasila dengan ideologi lain.

MANFAAT PENULISAN
Manfaat penulisan makalah ini adalah diharapkan mahasiswa dapat mengetahui Pancasila sebagai Ideologi bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai dan gagasan-gagasan dasar yang dapat dilihat dalam sikap, perilaku, dan kepribadian bangsa Indonesia. Berdasarkan tujuan di atas, manfaat dari penulisan makalah ini adalah :
1.Dapat mendeskripsikan pengertian ideologi
2.Dapat mengetahui makna ideologi bagi Negara
3.Dapat mengetahui alasan pancasila di jadikan sebagai pandangan hidup bangsa
4.Dapat menjelaskan pengertian pancasila sebagai ideology terbuka
5.Dapat membandingkan pancasila dengan ideologi Negara lainnya.







BAB II
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA
A.Pengertian Ideologi
Istilah ideologi berasal dari kata idea dan logos. Idea yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, ide-ide dasar, dan cita-cita. Kata idea berasal dari bahasa yunani yaitu eidos yang berarti bentuk atau idein yang berarti melihat. Idea dapat diartikan sebagai cita-cita, yaitu cita-cita yang bersifat tetap dan akan dicapai dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, cita-cita ini pada hakikatnya merupakan dasar, pandangan atau faham yang di yakini kebenarannya. Sedangkan logos berarti ilmu, secara harfiah ideologi berarti ilmu pengetahuan tentang ide-ide atau ajaran tentang pengertian dasar.

Pokok-pokok pikiran yang perlu dikemukakan mengenai ideologi adalah sebagai berikut :
1.Pokok ideologi merupakan sistem pemikiran yang erat kaitannya dengan perilaku manusia. Selain itu, ideologi merupakan serangkaian pemikiran yang berkaitan dengan tertib sosial dan politik yang ada dan berupaya untuk merubah atau mempertahankan tertib sosial dan politik yang bersangkutan.

2.Bahwa ideologi disamping mengemukakan program juga menyertakan strategi guna merealisasikannya.

3.Bahwa ideologi dapat dipandang sebagai serangkaian pemikiran yang dapat mempersatukan manusia, kelompok, atau masyarakat yang selanjutnya diarahkan pada terwujudnya partisipasi secara efektif dalam kehidupan sosial politik.

4.Bahwa yang bisa merubah suatu pemikiran menjadi ideologi adalah fungsi pemikiran ideologi itu sendiri dalam berbagai lembaga.

5. Ideologi adalah gabungan antara pandangan hidup yang merupakan nilai –nilai yang telah mengkristal dari suatu bangsa serta dasar negara yang memiliki nilai-nilai falsafah yang menjadi pedoman hidup suatu bangsa. Idologi mencerminkan cara berpikir masyarakat, bangsa maupun negara, namun juga membentuk masyarakat menuju cita-citanya.

B.Makna Ideologi Pancasila
Adapun makna ideologi pancasila khususnya yang berkaitan dengan pancasila sebagai dasar ideologi negara adalah pancasila mempunyai nilai-nilai dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Ideologi Pancasila merupakan nilai-nilai luhur budaya dan religius bangsa Indonesia. Pancasila berkedudukan sebagai dasar negara dan ideologi negara. Jadi, Ideologi pancasila adalah kumpulan nilai-nilai atau norma yang berdasarkan sila-sila pancasila. ideologi pancasila sebagai dasar negara, memilki maksud bahwa menjadi sekumpulan gagasan ide dan keyakinan yang bersifat menyeluruh dan sistematis yang meliputi berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ideologi pancasila sebagai dasar negara sangat dibutuhkan sebab ideologi merupakan suatu pandangan, cita-cita dan keyakinan yang ingin diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ideologi pancasila harus mampu membangkitkan kesadaran dan juga semangat dalam mengisi kemerdekaan yang sudah terwujud sekarang ini. Jadi intinya, pengertian ideologi pancasila adalah pancasila sebagai dasar untuk mengatur berjalannya pemerintahan negara Indonesia, sekaligus pancasila merupakan suatu pandangan dan tuntutan untuk meraih cita-cita luhur bangsa Indonesia.

Adapun makna ideologi pancasila adalah pancasila sebagai keseluruhan pandangan, keyakinan, cita-cita dan nilai bangsa Indonesia yang secara normatif perlu diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, serta berbangsa dan bernegara. Secara umum makna ideologi pancasila adalah Nilai-nilai yang tercantum dalam pancasila menjadi cita-cita bersifat normatif dalam penyelenggaraan Negara, Nilai-nilai yang tercantum dalam pancasila merupakan nilai yang telah disepakati bersama sehingga dapat menjadi salah satu pemersatu masyarakat dan bangsa Indonesia

Alasan Pancasila Di Jadikan Sebagai Pandangan Hidup Bangsa

1.Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia merupakan ideologi yang bersifat terbuka. Hal ini mengandung pengertian bahwa pancasila, meskipun memiliki nila-nilai dasar yang bersifat tetap dan tidak boleh diubah, namun dalam praktik kehidupan sehari-hari nilai pancasila bersifat dinamis dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Keterbukaan itu tidak berarti jiwanya sendiri dikesampingkan, tetapi justru mempunyai maksud untuk memupuk vitalitas dan energi yang lebih besar dan mempunyai tujuan untuk mengembangkan jiwanya sendiri.

2.Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa
Pandangan hidup terdiri atas kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur adalah suatu wawasan yang menyeluruh terhadap kehidupan itu sendiri. Pandangan hidup berfungsi sebagai kerangka acuan baik untuk menata kehidupan diri pribadi maupun dalam interaksi antara manusia dalam masyarakat serta alam sekitarnya. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa terkandung konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan terkandung dasar pikiran yang terdalam dan gagasan mengenai wujud kehidupan yang baik, oleh karena pancasila sebagai pandangan hidup bangsa merupakan suatu kristalisasi dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat indonesia, maka pandangan hidup tersebut dijunjung tinggi oleh wargannya karena pancasila berakar pada budaya dan pandangan hidup masyarakat.

3.Pancasila sebagai Dasar Negara RI
Pancasila merupakan suatu nilai serta norma untuk mengatur pemerintahan negara, konsekwensinya seluruh pelaksanaan penyelenggaraan negara terutama segala peraturan perundang-undangan termasuk proses reformasi dijabarkan dari nilai-nilai Pancassila, maka pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum. Pancasila merupakan kaidah hukum negara yang secara konstitusional mengatur negara RI beserta seluruh unsur-unsurnya (rakyat, wilayah, pemerintahan).

5.Pancasila merupakan suatu azas kerohanian yang meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum sehingga merupakan sumber nilai, norma serta kaidah baik moral maupun hukum negara. Dalam kedudukannya sebagai dasar negara pancasila mempunyai kekuatan mengikat secara hukum.

6.Pancasila sebagai Jiwa Bangsa
Nilai-nilai luhur pancasila sudah mendarah daging dalam tubuh bangsa Indonesia. Dan kita rela berkorban demi keadilan dan kemerdekaan bangsa walaupun harus mengorbankan jiwa dan raga.

7.Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara RI
Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai-nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat sebelum membentuk negara dengan kata lain materi pancasila tidak lain diangkat dari pandangan hidup masyarakat indonesia sendiri, sehingga bangsa ini merupakan Kausa Materialis (Asal Bahan) Pancasila. Unsur-unsur Pancasila tersebut kemudian diangkat dan dirumuskan oleh para pendiri negara sehingga pancasila berkedudukan sebagai dasar negara dan ideologi bangsa dan negara indonesia. Dengan demikian Pancasila sebagai ideologi bangsa berakar pada pandangan hidup dan budaya bangsa dan bukannya mengambil ideologi dari bangsa lain.

8.Pancasila sebagai Sumber Nilai
Nilai adalah sesuatu yang berharga, baik, dan berguna bagi manusia. Nilai merupakan suatu penghargaan atau suatu kualitas terhadap suatu hal yang menjadi dasar penentu tingkah laku manusia. Sebagai gambaran di dalam tata nilai kehidupan bernegara, ada yang disebut sebagai nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis. Berikut penjelasannya :
a. Nilai dasar adalah asas-asas yang diterima sebagai dalil yang kurang lebih mutlak. Nilai ini bertasal dari nilai-nilai cultural dari budaya bangsa Indonesia.

b. Nila instrumental adalah pelaksanaan umum nilai-nilai dasar, biasanya dalam wujud  norma norma social atau norma hokum, yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam lembaga-lembaga yang sesuai dengan kebutuhan, tempat, dan waktu.

c. Nilai praktis adalah nilai yang dilaksanakan dalam kenyataan. Nilai ini merupakan bahan ujian, apakah nilai dasar dan nilai instrumental benar-benar hidup dalam masyarakat atau tidak.

9.Pancasila sebagai Penyajian Luhur
Bahwa pancasila tersebut mempunyai kedudukan yang sangat tinggi yang diwariskan kepada kita oleh pejuang terdahulu, dan ketentuan-ketentuanya tidak boleh diganggu gugat karena telah berdasarkan dengan hukum.

C.Karakeristik Ideologi.

1.Ideologi sering muncul dan berkembang dalam situasi krisis
Situasi krisis dimana cara pandang, cara berpikir dan cara berindak yang sebelumnya dianggap umum dan wajar dalam suatu masyarakat telah dianggap sebagai suatu yang sudah tidak bisa diterima lagi. Keadaan seperti ini biasanya akan mendorong munculnya suatu ideologi.

2.Ideologi merupakan pola pemikiran yang sistematis
Ideologi pada dasarnya merupakan ide atau gagasan yang dilemparkan atau ditawarkan ketengah-tengah arena perpolitikan. Oleh karena itu, ideologi harus disusun secara sistematis agar dapat diterima oleh warga masyarakat secara rasional.

3.Ideologi mempunyai ruang lingkup jangkauan yang luas, namun beragam
Dilihat dari dimensi horisontal, ideologi mempunyai ruang lingkup yang sangat luas, mulai dari penjelasan-penjelasan yang parsial sifatnya sampai kepada gagasan-gagasan atau pandangan-pandangan komprehensif.

4.Ideologi mencangkup beberapa strata pemikiran dan panutan
Dilihat dari dimensi vertikal, ideologi mencangkup beberapa strata pemikiran dan panutan, mulai dari konsep yang kompleks dan shophisticated sampai dengan slogan-slogan atau simbol-simbol sederhana yang mengekspresikan gagasan-gagasan tertentu sesuai dengan tingkat pemahaman dan perkembangan masyarakat.

Adapun Karakteristik Ideologi Pancasila, yaitu :
1.Tuhan yang maha esa.
Ini berarti pengakuan bangsa Indonesia akan eksistensi Tuhan sebagai pencipta dunia dengan segala isinya. Tuhan sebagai kausaprima. Oleh sebab itu sebagai umat yang berTuhan, yaitu dengan sendirinya harus taat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2.Penghargaan kepada sesama umat manusia apapun suku bangsa dan bahasanya.
Sebagai umat manusia kita sama dihadapan Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini sesuai dengan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Adil dan beradab yang berarti bahwa adil merupakan perlakuan yang sama terhadap sesama manusia, dan beradab yang berarti perlakuan yang sama itu sesuai dengan derajat kemanusiaan. Atas dasar perlakuan ini maka kita menghargai akan hak-hak asasi manusia seimbang dengan kewajiban-kewajibannya. Dengan demikian harmoni antara hak dan kewajiban merupakan penjelmaan dari kemanusaiaan yang adil dan beradab. Adil dalam hal ini yaitu seimbang antara hak dan kewajiban. Dapat dikatakan hak timbul karena adanya suatu kewajiban.

3.Bangsa Indonesia menjunjung tinggi persatuan bangsa.
Di dalam persatuan itulah dapat dibina kerja sama yang harmonis. Dalam hubungan ini, maka persatuan Indonesia kita tempatkan di atas kepentingan sendiri. Pengorbanan untuk kepentingan bangsa, lebih ditempatkan dari pada pengorbanan untuk suatu kepentingan pribadi. Ini tidak berarti kehidupan pribadi itu diingkari. Sebagai umat yang takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, maka kehidupan pribadi adalah utama. Tapi demikian tidak berarti bahwa demi kepentingan pribadi itu kepentingan bangsa dikorbankan.

4.Bahwa kehidupan dalam kemasyarakatan dan bernegara berdasarkan atas system demokrasi.
Demokrasi yang dianut merupakan demokrasi Pancasila. Hal ini sesuai dengan sila ke empat yakni kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Dalam rangka pelaksanaan demokrasi kita mementingkan akan musyawarah. Musyawarah tidak didasarkan atas kekuasaan mayoritas ataupun minoritas. Keputusan dihasilkan oleh musyawarah itu sendiri. Kita menolak demokrasi liberal.

5.Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Keadilan dalam kemakmuran merupakan cita-cita bangsa kita sejak masa lampau. Sistem pemerintahan yang kita anut bertujuan untuk tercapainya masyarakat yang adil dan makmur. Itulah sebabnya disarankan agar semua masyarakat kita bekerja keras dan menghargai prestasi kerja sebagai suatu sikap hidup yang diutamakan.

Fungsi Ideologi
1. Ideologi berfungsi melengkapi struktur kognitif manusia.
Sebagai sistem panutan, ideologi pada dasarnya merupakan formulasi ide atau gagasan melalui manusia yang dapat menerima, memahami, dan sekaligus menginterpretasikan hakikat kehidupan ini.
2. Ideologi berfungsi sebagai panduan.
Sebagai suatu panduan, ideologi mencanangkan seperangkat patokan tentang bagaimana manusia seharusnya bertingkah laku, disamping tujuan dan cara mencapai tujuan itu.
3. Ideologi berfungsi sebagai lensa.
Ideologi merupakan salah satu alat bagi seseorang atau bangsa untuk mengenal dan melihat dirinya sendiri dan mengharapkan orang lain untuk bisa melihat dan mengintepretasikan tindakannya yang didasarkan atas ideologinya.
4. Ideologi berfungsi sebagai kekuatan pengendali konflik.
Dalam level personal, ideologi dapat membantu setiap individu dalam mengatasi konflik yang terjadi dalam dirinya ataupun dalam hubungan dengan orang lain. Dalam kehidupan masyarakat, ideologi juga dapat berfungsi membatasi konflik.

Adapun Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Negara, yaitu :
1.Menyatukan bangsa Indonesia, memperkokoh dan memelihara kesatuan dan persatuan.
2.Membimbing dan mengarahkan bangsa Indonesia unutk mencapai tujuannya.
3.Memberikan kemauan untuk memelihara dan mengembangkan identitas bangsa Indonesia
4.Menerangi dan mengawasi keadaan, serta kritis kepada adanya upaya untuk mewujudkan cita-cita yang terkandung di dalam pancasila.
5.Sebagai pedoman bagi kehidupan bangsa Indonesia dalam upaya menjaga keutuhan negara dan memperbaiki kehidupan dari bangsa Indonesia.

Dampak Ideologi Pancasila Pada Masa Sekarang (Era Gloalisasi)
 A. Pengaruh positif globalisasi terhadap nilai- nilai pancasila.
1. Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan di jalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat serta rasa kebersamaan dapat dibina kearah yang lebih baik.
2. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.
3. Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.
4. Dari globalisasi pertahanan dan keamanan kita dapat meniru Banyaknya persenjataan canggih yang dibuat manusia yang jauh berubah dari sebelumnya. Seperti adanya teknologi nuklir, kapal tanpa awak,rudal jarak jauh, dan lain lain.
5. Dalam bidang Kesehatan Alat kesehatan yang semakin canggih adalah salah satu dari banyak dampak globalisasi pada dunia. Banyak diciptakan obat untuk penyakit yang relative sulit disembuhkan. Banyak jasa yang ditawarkan untuk lebih mempercantik tubuh seperti operasi plastik, sedot lemak, suntik kolagen, dan lain lain.
B. Pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai- nilai pancasila.
1. Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah  arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang.
2. Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjir di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri  menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa  Indonesia.
3. Masyarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh  masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.
4. Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat  menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu  kehidupan nasional bangsa.
5. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku   sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan  kehidupan bangsa.

Jadi dampak Globalisasi terhadap bangsa Indonesia sangatlah berpengaruh baik kearah yang positif maupun negatif. Namun bangsa Indonesia harus dapat menerima dampak globalisasi tersebut dengan terbuka. Bangsa Indonesia terutama para masyarakat Indonesia juga harus dapat memilah-milah dampak globalisasi yang baik maupun tidak, yang baik harus tetap di bina kearah yang lebih baik, namun dampak globalisasi yang negatif sebenarnya dapat dihindari dengan cara yang lebih halus karena masyarakat tidak dapat menutup diri terhadap proses globalisasi, karena jika mereka menutup diri terhadap globalisasi dapat dipastikan bahwa bangsa atau masyarakat tersebut menjadi lebih terbelakang atau bisa dibilang “primitive”.

D.Menyandingkan Ideologi Pancasila Dengan Ideologi Negara Lain.
Sebenarnya tidak seharusnya ideologi pancasila di sandingkan dengan ideologi Negara lain karena ideologi pancasila dengan ideologi Negara lain berbeda, bukan hanya dari segi tulisannya saja namun dari segi makna dan nilai-nilainya pun juga berbeda. Sementara persamaan ideologi pancasila dengan ideologi  negara lain yaitu sama-sama sebagai dasar, ideologi, dan pandangan hidup suatu bangsa yang memiliki cita-cita yang sama dan berperan memberikan arah dan tujuan bagi suatu Negara tersebut.

Sementara perbedaan ideology pancasila dengan ideologi lain adalah sebagai berikut :
1.Kebebasan Individu
Demokrasi Pancasila : Sangat menjunjung tinggi kebebasan individu.
Demokrasi Liberal : Sangat menekankan kebebasan atau kemerdekaan individu.
Demokrasi Komunis : Setiap individu tidak diberi kebebasan untuk melakukan sesuatu dan harus menurut dengan pemerintahan.

2.Hak Asasi Manusia (HAM)
Demokrasi Pancasila: Adanya penghargaan terhadap hak asasi manusia (HAM).
Demokrasi Liberal : Selalu dipertahankan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia yang fundamental.
Demokrasi Komunis : Mengabaikan hak asasi, Tidak memiliki hak milik dan tidak memiliki kebebasan seperti yang diinginkan dan harus melakukan apa yang diperintahkan pemimpin (pemerintah).

3.Sistem Mono-Partai
Demokrasi Pancasila : Demokrasi pancasila tidak menganut sistem Mono-partai.
Demokrasi Liberal :Tidak menggunakan sistem Mono-partai tetapi Sistem multi-partai yang lebih menampakan sifat insibilitas.
Demokrasi Komunis : Menggunakan sistem mono-partai dan menghalalkan segala cara dalam mempertahankan kekuasaan sang Mono-partai.

4.Agama
Demokrasi Pancasila : Demokrasi pancasila berlaku untuk semua lapis masyarakat, berarti masyarakat bebas memilih agamanya.
Demokrasi Liberal : Menurut pemahaman mereka, agama adalah urusan masyarakat sedangakan negara adalah urusan pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah tidak boleh turut campur dalam hal agama.
Demokrasi Komunis:Tidak mengakui adanya tuhan karena ketakutan mereka kepada Tuhan hanya semu belaka (Super Munafik).

5.Sistem Pemerintahan
Demokrasi Pancasila : Dalam sistem pemerintahan, terbagi atas beberapa kekuasaan, yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif, yudikatif dan eksaminatif.
Demokrasi Liberal : Dalam sistem pemerintahan, terbagi atas beberapa kekuasaan, yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif.
Demokrasi Komunis : Dominasi partai tunggal.Partai politik ini adalah pemerintahan jadi pemerintahan mendominasi kehidupan bernegara.

Berikut ini adalah Kelebihan pancasila dibandingkan dengan Ideologi lain :
1.Sistem kepercayaan yang dianut Pancasila adalah monotheisme.
2.Hak Asasi Manusia sangat dijunjung tinggi tanpa mengabaikan kewajiban.
3.Pengambilan keputusan didasarkan pada musyawarah mufakat.
4.Pancasila mengakui adanya tuhan.
5.Pancasila menghargai setiap manusia.
6.Pancasila mengutamakan pada persatuan seluruh bangsa.
7.Pancasila menganut paham demokrasi.
8.Pancasila mengupayakan supaya terwujudnya keadilan bukan hanya untuk individu melainkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN :
Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup sekaligus ideologi negara. Sebagai ideologi negara berarti pancasila merupakan gagasan dasar yang berkenaan dengan kehidupan negara. Pancasila bukan hanya sesuatu yang bersifat statis melandasi berdirinya negara Indonesia akan tetapi pancasila membawa gambaran mengenai wujud masyarakat tertentu yang diinginkan serta prinsip dasar yang harus diperjuangkan untuk mewujudkannya.
Pancasila membawa nilai-nilai tertentu yang digali dari realitas sodio budaya bangsa Indonesia. Ideologi membawa kekhasan tertentu yang membedakannya dengan ideologi lainnya. Kekhasan itu yakni keyakinan adanya Tuhan Yang Maha Esa, yang membawa konsekuensi keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan. Adannya ideologi Pancasila dilihat dari dimensi realitas yang membawa nilai-nilai yang mencerminkan realitas social budaya bangsa Indonesia, dari segi idealitas mampu memberikan keyakinan terwujudnya masyarakat yang dicita-citakan, dari dimensi Fleksibilitas, nilai-nilai yang ada didalamnya dapat dijabarkan secara konstektual agar senantiasa menyesuaikan dinamika dan perkembangan masyarakat.
Pancasila sebagai Ideologi bangsa dan negara Indonesia itu sangat penting. Karena Ideologi    merupakan alat yang paling ampuh untuk menciptakan negara yang kokoh, bermartabat dan berbudaya tinggi.Tanpa Ideologi bangsa akan rapuh dan hilang jati dirinya. Pancasila sebagai sumber nilai menunjukkan identitas bangsa Indonesia yang memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang luhur, hal ini menandakan bahwa Pancasila bangsa Indonesia menolak segala bentuk penindasan, penjajahan darisatu bangsa terhadap bangsa yang lain.
Indonesia mempunyai Ideologi Pancasila diharapkan  mampu membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih bagus dari sekarang. Ideologi juga diharapkan mampu untuk membangkitkan kesadaran bangsa. Setiap pengambilan keputusan harus berdasarkan ideologi negara Indonesia yaitu Pancasila. Supaya dalam pengambilan keputusan tidak keluar dari aturan dan kaidah negara Indonesia. Tidak hanya negara yang menganut ideologi Pancasila, tetapi juga masyarakat Indonesia, dalam bertingkah laku juga harus berpedoman teguh pada ideologi Pancasila agar cita-cita yang diharapkan oleh masyarakat tersebut dapat terwujud dengan benar.
Ideologi Pancasila, menjadikan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum Bangsa Indonesia. Dengan demikian, Indonesia adalah negara hukum. Segala sesuatu ada aturannya dalam konstitusi hingga perundang-undangan di bawahnya. Hukum ini dibuat sama seluruh Indonesia sebagai satu kesatuan negara. Semua warga negara sama kedudukannya di mata hukum. Di negara liberalisme hukum tergantung pada wilayahnya masing-masing. Ini terkait erat dengan kebebasan individu. Jika suatu wilayah lebih banyak kulit putih maka, hukum akan memihak mereka.
Dengan adanya kesamaan hukum dan kebebasan hak indivdu yang dibatasi, maka Indonesia sebagai penganut ideologi Pancasila sangat menghargai dan menghormati keberagaman. Apalagi dpat disebutkan bahwa Indonesia adalah negara yang mempunyai keragaman terbesar di dunia. Keragaman ras, suku bangsa, agama,budaya, warna kulit, dan sebagainya. Sementara negara dengan paham liberalisme tidak demikian. Karena mereka menganut kebebasan individu mutlak, maka penduduk dengan komunitas terbesar akan lebih dihargai daripada minoritas.
Indonesia berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagaimana tercantum dalam nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi terbuka sila pertama. Artinya paham atheis tidak diterima oleh masyarakat Indonesia. Paham liberalisme membebaskan penduduknya untuk bertuhan atau memilih menjadi atheis atau tidak bertuhan.
Bentuk negara yang sesuai dengan Pancasila adalah Republik kesatuan. Di mana segala sesuatu ada pemerintah pusat yang mengatur dan pelimpahan wewenang ke pemerintah daerah. Negara liberalisme mempunyai bentuk negara sebagian besar federal atau negara bagian di mana tiap wilayah mempunyai peraturan sendiri. Asal ideologi Pancasila adalah seluruh rakyat Indonesia, sehingga diharapkan sesuai dengan tujuan pembangunan dan menginspirasi rakyat itu senidri. Liberalisme berasal dari sekelompok orang yang berkuasa
Indonesia mengatur hak atas kepemilikan sesuatu yang menguasai hajat hidup orang banyak, seperti air dan barang tambang penting. Dengan demikian, tidak ada individu yang berkuasa karena menguasainya. Kebalikan dari liberalisme. Di negara liberalisme, individu yang menguasai hal-hal penting negara akan menjadi penguasa.
SARAN :
Dalam makalah ini penulis berkeinginan supaya makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan dapat menambah pengetahuan tentang Pancasila sebagai ideology bangsa dan Negara. Sebagai rakyat Indonesia kita sebaiknya selalu menjaga ideologi negara kita yaitu Pancasila karena pancasila merupakan gagasan dasar yang berkenaan dengan kehidupan negara.








DAFTAR PUSTAKA
http://wittalistiya.blogspot.com/2011/04/pancasila-sebagai-ideologi-bangsa-dan.html
http://suhardiman2.blogspot.com/2011/11/fungsi-pokok-pancasila-sebagai-dasar.html
http://pancasila.univpancasila.ac.id/?p=343
http://smpn1ciemas.sch.id/materi/40-pendidikan-kewarganegaraan/107-nilai-nilai-pancasila-sebagai-ideologi.html
http://wittalistiya.blogspot.com/2011/04/pancasila-sebagai-ideologi-bangsa-dan.html
http://suhardiman2.blogspot.com/2011/11/fungsi-pokok-pancasila-sebagai-dasar.html
http://pancasila.univpancasila.ac.id/?p=343
http://smpn1ciemas.sch.id/materi/40-pendidikan-kewarganegaraan/107-nilai-nilai-pancasila-sebagai-ideologi.html

Sabtu, 02 Februari 2019

Tugas Meringkas Pengantar Pendidikan Nurfillahamalia

TUGAS RINGKASAN MATERI - PENGANTAR PENDIDIKAN. NURFILLAH AMALIA / 1 C PG.PAUD


BAB I
HAKIKAT MANUSIA DAN PENGEMBANGANNYA
A. PENGERTIAN SIFAT HAKIKAT MANUSIA
Sifat hakikat manusia adalah ciri-ciri karakteristik yang secara prinsipil membedakan manusia dari hewan. Disebut  sifat  hakikat manusia  karena secara haqiqi sifat tersebut hanya dimiliki oleh manusia dan tidak terdapat pada hewan. Karena manusia  mempunyai hati yang halus dan anggota tubuh yang mengabdi dan tunduk kepada perintah hati, serta syaraf dan otak inilah yang disebut kemampuan dan kemauan yang membedakan antara manusia dan binatang.

B. WUJUD SIFAT HAKIKAT MANUSIA
Wujud dari sifat hakikat manusia antara lain, yaitu kemampuan manusia menyadari diri, kemampuan bereksistensi, mempunyai kata hati dan moral, sifat tanggung jawab, rasa kebebasan, memiliki kewajiban dan hak, serta kemampuan menghayati kebahagiaan.

C. DIMENSI-DIMENSI HAKIKAT MANUSIA
Dimensi-dimensi hakikat manusia meliputi beberapa dimensi antara lain, yaitu :
1. Dimensi Keindividuan
2. Dimensi Kesosialan
3. Dimensi Kesusilaan
4. Dimensi Keberagamaan

D. PENGEMBANGAN (PROSES PENDIDIKAN) DIMENSI HAKIKAT MANUSIA
1. Pengembangan Yang Utuh
Pengembangan dimensi hakikat manusia yang utuh diartikan sebagai pembinaan terpadu terhadap seluruh dimensi  hakikat manusia sehingga dapat tumbuh dan  berkembang secara selaras maka secara totalitas dapat membentuk manusia yang utuh.
2. Pengembangan Yang Tidak Utuh
Pengembangan yang tidak utuh adalah  proses pengembangan hakikat manusia yang tidak seimbang antara dimensi yang satu dengan yang  lainnya. Artinya ada salah satu yang terabaikan penanganannya, pengembangan yang  seperti ini merupakan pengembangan yang patologis atau tidak sehat.

E. PANDANGAN ISLAM
1. Padangan Islam Terhadap Manusia
Dalam hubungan dengan pendidikan  menurut padangan islam manusia dapat  dilihat dari tiga titik  saja, yaitu :
Manusia sebagai Makhluk yang mulia, yaitu di karenakan Manusia dikaruniai Akal dan Perasaan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan,
Manusia sebagai Kholifah di Bumi,
Manusia sebagai Makhluk PAEDAGOGIK.
2. Pandangan Islam Terhadap Pendidikan
Menurut pandangan islam terhadap pendidikan itu sangat penting, karena syariat islam dapat dihayati dan diamalkan oleh umatnya hanya dengan proses pendidikan seperti yang dilakukan oleh Nabi  Muhammad SAW.


BAB II
PENGERTIAN DAN UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN
A. PENGERTIAN PENDIDIKAN
Pedidikan adalah proses untuk mengembangkan kemampuan dalam rangka mencerdaskan  kehidupan bangsa agar berkembangnya potensi peserta didik supaya  menjadi manusia yang  beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, berilmu, kreatif mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
1. Batasan Tentang Pendidikan
Pendidikan sebagai Proses Transformasi Budaya
Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi
Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja

2. Tujuan dan Proses Pendidikan
a.    Tujuan Pendidikan : Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan. Pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai  oleh segenap kegiatan pendidikan.
b.    Proses  Pendidikan : Pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro, meso, dan mikro. Adapun tujuan utama pengelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal.

3. Konsep Pendidikan Sepanjang Hayat (PSH), berikut ini merupakan alasan mengapa PSH di perlukan :
a. Rasional
b. Alasan Keadilan
c. Alasan Ekonomi
d. Alasan Factor Social yang berhubungan dengan perubahan peranan keluarga, remaja, dan emansipasi wanita dalam kaitannya dengan perkemangan IPTEK.
e. Alasan Perkembangan IPTEK
f. Alasan Sifat Pekerjaan

4. Kemandirian Dalam Belajar
a.    Arti dan prinsip yang melandasi, yatu kemandirian dalam belajar dapat  diartikan sebagai aktifitas dalam belajar yang berlangsungnya lebih didorong oleh kemauan sendiri, pilihan sendiri, dan tanggung jawab sendiri dari pembelajaran.
b.    Alasan yang menopang, antara lain yaitu :
Perkembangan IPTEK berlangsung semakin cepat sehingga tidak mungkin lagi para pendidik (khususnya guru) mengajarkan semua konsep dan fakta kepada peserta didik.
Peserta didik dapat dengan mudah memahami konsep yang rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh yang konkret dan wajar sesuai  dengan situasi yang dihadapi dengan mengalami dan mempraktekannya sendiri.
Dalam proses pendidikan dan pembelajaran konsep, seharusnya tidak dilepaskan dari pengembangan sikap dan penanaman nilai-nilai dalam diri peserta didik.

B. UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN
Proses pendidikan melibatkan banyak hal yaitu sebagaimana unsur-unsur berikut :
1. Subjek yang dibimbing (Peserta Didik) dan Orang yang membimbing (Pendidik)
2. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (Interaksi Edukatif)
3. Ke arah mana bimbingan ditujukan (Tujuan Pendidikan)
4. Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (Materi Pembimbingan)
5. Cara yang digunakan dalam bimbingan (Alat dan Metode)
6. Tempat dimana peristiwa pembimbingan berlangsung (Lingkungan Pendidikan).

C. PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM
1. Pengertian System, yaitu system merupakan sehimpunan komponen atau subsistem yang terorganisasikan dan berkaitan sesuai rencana untuk mencapai suatu tujuan tertentu. (Tatang Amirin, 1992:10)

2. Komponen dan Saling Hubungan antara Komponen dalam System Pendidikan, yaitu terdiri dari sejumlah komponen, antara lain : Raw Input (system baru), Output (tamatan), Instrumental Input (guru, kurikulum), Environmental Input (budaya, kependudukan, politik dan keamanan).

3. Hubungan System Pendidikan dengan System lain dan Perubahan Kedudukan dari System, yaitu dapat dilihat dari ruang lingkup makro, sebagai sub-sistem, bidang ekonomi, pendidikan, dan politik masing-masing sebagai system. Pendidikan non-formal, dan informal merupakan sub-sistem dari bidang pendidikan sebagai system.

4. Pemecahan Masalah Pendidikan secara Sistematik, dengan cara memandang ruang lingkup suatu system atau permasalahan, keterkaitan dalam hubungan sebab akibat, alternatif masalah, dan latar belakang masalah, menganalisis system pendidikan, saling berhubungan antar komponen, dan hubungan system dengan suprasistem.

5. Keterkaitan antara Pengajaran dan Pendidikan, yaitu kesimpulan yang dapat ditarik dari persoalan pengajaran dan pendidikan tersebut, antara lain :
a. Pengajaran dan pendidikan dapat dibedakan, tetapi tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena masing-masing saling mengisi.
b. Pembedaan dilakukan hanya untuk kepentingan analisis agar masing-masing dapat dipahami dengan baik.
c. Pendidikan modern lebih cenderung mengutamakan pendidikan, sebab pendidikan membentuk wadah, sedangkan pengajaran mengusahakan isinya.

6. Pendidikan Prajabatan dan Pendidikan dalam Jabatan sebagai Sebuah System, yaitu Pendidikan jabatan berfungsi memberikan bekal secara formal kepada calon pekerja dalam bidang tertentu dalam periode  waktu tertentu. Sedangkan pendidikan dalam jabatan bermaksud memberikan bekal tambahan kepada orang-orang yang telah bekerja berupa penataran, kursus dan lain-lain.

7. Pendidikan Formal, Non-formal, dan Informal sebagai Sebuah System, yaitu  Pendidikan formal, non-formal, dan informal, ketiganya hanya dapat dibedakan tetapi sulit di pisahkan karena keberhasilan pendidikan sangat bergantung kepada sejauh mana ketiga sub-sistem tersebut  berperan.


BAB III
LANDASAN DAN ASAS-ASAS PENDIDIKAN
A. LANDASAN PEDIDIKAN
Berikut merupakan landasan pendidikan :
1. Landasan Filosofis
2. Landasan Sosiologis
3. Landasan Kultural
4. Landasan  Psikologis
5. Landasan Ilmiah dan Teknolgis

B. ASAS-ASAS POKOK PENDIDIKAN
Asas pendidikan merupakan sesuatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berpikir,  baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan. Diantara asas tersebut adalah :
1. Asas Tut Wuri Handayani
Ada tiga semboyan yang di kumandangkan oleh Ki Hajar Dewantara yang telah menjadi kesatuan asas, yaitu :
*Ing Ngarso Sung Tulodo  (Jika didepan memberi contoh)
*Ing Madyo Mangun Karso (Jika ditengah-tengah member dukungan)
*Tut Wuri Hadayani (Jika dibelakang member dorongan)

2. Asas Belajar Sepanjang Hayat
Terdapat kurikulum yang dapat merancang dan diimplementasikan, dengan memperhatikan dua dimensi berikut :
a. Dimensi Vertikal dari kurikulum sekolah, meliputi keterkaitan dan kesinambungan antar tingkatan persekolahan dan keterkaitan dengan kehidupan peserta didik dimasa depan.
b. Dimensi Horizontal dari kurikulum sekolah, yaitu keterkaitan antara pengalaman belajar di sekolah dengan pengalaman diluar sekolah.

3. Asas Kemandirian Dalam Belajar
Perwujudan asas kemandirian dalam belajar akan menempatkan guru dalam peran utama sebagai fasilitator dan motivator. Salah satu pendekatan yang memberikan peluang dalam melatih kemandiria belajar peserta didik adalah dengan system CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif)


BAB IV
PERKIRAAN DAN ANTISIPASI MASYARAKAT MASA DEPAN
A. PERKIRAAN  MASYARAKAT MASA DEPAN
1. Kecenderungan Globalisasi, Terdapat empat bidang kekuatan gelombang globalisasi yang paling kuat dan menonjol daya dobraknya, yakni  bidang IPTEK, Ekonomi, Lingkungan hidup, dan Pendidikan.
2. Perkembangan IPTEK
3. Perkembangan Arus  Komunikasi Yang Semakin Padat dan Cepat
4. Peningkatan Layanan Profesional

B. UPAYA PENDIDIKAN DALAM MENGANTISIPASI MASA DEPAN
Kajian selanjutnya akan membahas tentang tuntutan manusia masa depan dan upaya mengantisipasi masa depan, antara lain yaitu :
1. Tuntutan Bagi Manusia Masa Depan (Manusia Modern)
Memasuki lapangan kerja sebagai manusia pembagunan setelah melalui orientasi dan pelatihan tambahan sesuai dengan kebutuhan
Melanjutkan ke pendidikan menengah
Efisiensi dan etos kerja yang tinggi
2. Upaya Mengantisipasi Masa Depan
Perubahan nilai dan sikap
Pengembangan kebudayaan
Pengembangan sarana pendidikan


BAB V
PENGERTIAN, FUNGSI DAN JENIS LINGKUNGAN PENDIDIKAN
A. PENGERTIAN DAN FUNGSI LINGKUNGAN PENDIDIKAN
Lingkungan pendidikan  pada dasarnya mencakup lingkugan fisik, lingkungan budaya dan lingkungan social. Lingkugan sekitar yang dengan sengaja di gunakan sebagai alat dalam proses pendidikan  (pakaian, keadaan rumah, alat permainan, buku-buku, alat peraga, dan lain-lain) di namakan lingkungan pendidkan.  Secara umum fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkugan sekitarnya. Utamanya di berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang optimal.

B. TRIPUSAT PENDIDIKAN
Menurut Ki Hajar Dewantara lingkungan pendidikan tersebut  meliputi lingkungan keluarga , lingkungan sekolah , dan lingkungan masyarakat, itulah yang disebut sebagai Tripusat Pendidikan.

C. PEGARUH TIMBAL BALIK ANTARA TRIPUSAT PENDIDIKAN TERHADAP PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
Setiap pusat pendidikan dapat perpeluang memberikan kontribusi yang besar dalam ketiga kegiatan pendidikan, yakni :
1. Pembimbingan dalam Upaya Pemantapan Pribadi  yang Berkebudayaan
2. Penganjaran dalam Upaya Penguasahan Pengetahuan
3. Pelatihan dalam Upaya Pemahiran Keterampilan.


BAB VI
ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN
ALIRAN KLASIK DAN GERAKAN BARU DALAM PENDIDIKAN
1. ALIRAN-ALIRAN KLASIK DALAM PENDIDIKAN.
Aliran-aliran klasik yang dimaksud adalah sebagai berikut :
a. Aliran Empirisme
Aliran empirisme mementingkan stimulasi eksternal dalam perkembangan manusia, dan menyatakan perkembangan manusia, serta menyatakan perkembangan anak tergantung kepada lingkungan, sedangkan pembawaannya tidak dipentingkan.
b. Aliran Nantivisme
Aliran ini menekankan kemampuan dalam diri anak, sehingga factor lingkungan termasuk factor pendidikan, kurang berpengaruh terhadap perkembagan anak. Hasil perkembangan tersebut ditentukan oleh pembawaan yang di peroleh sejak lahir.
c. Aliran Naturalisme
Rosseau berpendapat bahwa semua anak yang baru dilahirkan mempunyai pembawaan baik. Pembawaan baik akan menjadi rusak apabila di pengaruhi oleh lingkungan. Pendidikan yang diajarkan orang dewasa justru dapat merusak pembawaan baik anak tersebut.
d. Aliran Konvergensi
Menurut William Stern, seorang anak yang diahirkan sudah disertai pembawaan baik maupun pembawaan buruk. Proses perkembangan anak, baik factor pembawaan maupun factor lingkungan sama-sama memiliki peranan yang sangat penting.
Pengaruh Aliran Klasik Terhadap Pemikiran dan Praktek Pendidikan di Indonesia
Di Indonesia telah diterapkan berbagai aliran-aliran pendidikan, penerimaan tersebut dilakukan dengan pendekatan efektif fungsional yakni diterima sesuai kebutuhan, namun ditempatkan dalam latar pandangan yang konvergensi.

2. Gerakan Baru Pendidikan dan Pengaruhnya Terhadap Pelaksanaannya di Indonesia
Pengajaran Alam Sekitar
Pengajaran Pusat Perhatian
Sekolah Kerja
Pengajaran Proyek

B. DUA ALIRAN POKOK PENDIDIKAN DI INDONESIA
Kedua aliran pokok pendidikan di Indonesia itu dimaksudkan adalah Perguruan kebangsaan taman siswa dan Ruang pendidikan INS kayu taman. Kedua aliran tersebut dipandang sebagai tonggak pemikiran tentang pendidikan di indonesia.


BAB VII
PERMASALAHAN PENDIDIKAN
A. PERMASALAHAN POKOK PENDIDIKAN
Pada dasarnya ada dua permasalan pokok pendidikan yang kita hadapi saat ini, yaitu :
Bagaimana semua  warga negara dapat menikmati kesempatan pendidikan.
Bagaimana pendidikan dapat membekali peserta didik dengan keterampilan kerja yang mantap untuk dapat terjun ke dalam kancah kehidupam bermasyarakat.

B. JENIS-JENIS PERMASALAHAN POKOK PENDIDIKAN
Masalah pokok pendidikan yang sudah menjadi kesepakatan nasional yang perlu di prioritaskan penanggulangannya ada empat macam, yaitu : Masalah pemerataan pendidikan, Masalah mutu pendidikan, Masalah efisiensi pendidikan, dan Masalah relevansi pendidikan.

C. SALING KETERKAITAN ANTARA MASALAH-MASALAH PENDIDIKAN
Ada dua factor penghambat perbaikan mutu pendidikan, yaitu :  Faktor pertama, gerakan perluasan pendidikan untuk melayani pemerataan kesempatan pendidikan bagi rakyat banyak memerlukan penghimpunan dan pengarahan  dana dan daya. Faktor kedua, kondisi satuan-satuan pendidikan pada saat demikian mempersulit upaya peningkatan mutu karena jumlah muruddalam kelas terlalu banyak, teaga pendidik kurang kompeten, sarana yang tidak memadai, dan seterusnya.

D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BERKEMBANGNYA MASALAH PENDIDIKAN
Factor yang mempengaruhi berkembangnya masalah pendidikan antara lain : Perkembangan IPTEK dan seni sehingga mengharuskan pendidik untuk menyesuaikan diri di setiap perkembangannya, Laju pertumbuhan penduduk, Aspirasi masyarakat yang semakin meningkat sejalan dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap ‘revormasi’, dan Keterbelakangan budaya dan sarana kehidupan yang disebabkan oleh beberapa hal salah satunya misalnya letak geografis yang terpencil dan sulit dijangkau.

E. PERMASALAHAN AKTUAL PENDIDIKAN DAN PENANGGULANGANNYA
1. Permasalahan actual pendidikan di Indonesia
Masalah-masalah tersebut antara lain : Masalah keutuhan pencapaian sasaran, Masalah kurikulum, Masalah peranan guru, dan Masalah pendidikan dasar 9 tahun.
2. Upaya penanggulangannya
Beberapa upaya penanggulangan masalah tersebut yaitu :
Pendidikan efektif perlu di tingkatkan secara terprogram.
Pelaksanaan kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler dilakukan dengan penuh kesungguhan dan diperhitungkan dalam penentuan nilai akhir atau kelulusan.
Melakukan penyusunan yang mantap terhadap potesi siswa melalui keberagaman jennies program studi.
Memberi perhatian terhadap tenaga kependidikan (prajabatan dan jabatan)


BAB VII
SISTEM PENDIDIKA NASIONAL
KELEMBAGAAN, PROGRAM, DAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN
A. KELEMBAGAAN PENDIDIKAN
Berdasarkan UU RI No.2 Tahun 1989  tentang system pendidikan nasional, Kelembagaan pendidikan dapat dilihat dari segi Jalur pendidikan, dan  Jenjang pendidikan.
Program dan Pengelolaan Pendidikan
a. Jenis program pendidikan
Program jenis yang termasuk jalur pedidikan sekolah terdiri atas :
Pendidikan umum (SD, SMP, SMA, dan Universitas)
Pendidikan kejuruan (STM, SMTK, SMIP, SMIK, SMEA)
Pendidikan luar biasa (SDLB, SGPLB)
Pendidikan kedinasan (SPK, APDN, STAN, STPDN)
Pendidikan keagamaan (PGAN, IAIN, Theologia, IHD)
b. Kurikulum program pedidikan, yaitu Kurikulum program pendidikan mencakup dua aspek, antara lain Aspek Kesatuan Nasional, dan Aspek Local.

B. UPAYA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL
1. Jenis upaya pembaruan pendidikan, pembaruan yang  terjadi meliputi pembaruan landasan yuridis, pembaruan kurikulum, pembaruan perangkat penunjangnya, pembaruan struktur pendidikan, pembaruan pola dan masa studi serta pembaruan tenaga kependidikan.
2. Dasar dan aspek legal pembangunan pendidikan nasional, berupa ketentuan-ketentuan yuridis yang menjadi dasar, acuan, serta mengatur penyelenggaraan system pendidikan nasional, seperti pancasila, UUD 1945, GBHN, UU Organik pendidikan, Perpu, dan lain-lain.


BAB XI
PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN
ESENSI PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN SERTA TITIK TEMUNYA
1. Pendidikan merupakan usaha ke dalam diri manusia sedangkan pembangunan merupakan usaha keluar dalam diri manusia.
2. Pendidikan menghasilkan sumberdaya tenaga yang menunjang pembangunan dan hasil pembangunan dapat menunjang pedidikan (pembinaan, penyediaan saran, dan lain-lain)
SUMBANGAN PENDIDIKAN PADA PEMBANGUNAN
Sumbangan pendidikan terhadap pembangunan dapat dilihat dari berbagai segi, di antaranya yaitu :
*Segi sasaran pendidikan,
*Segi lingkungan pendidikan,
*Segi jenjang pendidikan,
*Segi pembidangan kerja dan Sector kehidupan.

PEMBANGUNAN SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
1. Mengapa system pendidikan harus dibangun, yaitu system pendidikan perlu dibangun agar dapat memenuhi kebutuhan manusia. Manusia cenderung berupaya untuk mendekatkan dirinya pada kesempurnaan, untuk itu perlu dilakukan perbaikan-perbaikan, termasuk system pendidikan.
2. Wujud pembangunan system pendidikan, secara makro system pendidikan meliputi banyak aspek yang satu sama lain saling terkait, yaitu aspek filosofis dan keilmuan, aspek yuridis, aspek struktur, dan aspek kurikulum.